24.8.09

Islamophobia di Negara Islam? Aneh tapi Ada

Kadang dalam benakku ada pertanyaan, yang goblog itu SAYA ataukah TNI/POLRI? Kalau di Inggris, Amerika Serikat, Swiss, Belanda dll., orang Islam dilecehkan aku masih bias “mengerti” karena mayoritas memang Non Muslim ditambah lagi dengan pemberitaan media tentang islam yang selalu negative. Tapi kalau ini terjadi di Negara seperti Indonesia, baru aku tidak bias mengerti.

Di Negara ini mayoritas penduduknya Muslim tetapi justru muslim menjadi bulan-bulanan media dan akhir-akhir ini oleh TNI/POLRI. POLRi akan mengawasi setiap pengajian bulan Ramadhan, bahkan Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Haryadi Soetanto, lebih gila lagi yaitu “memfatwakan” supaya masyarakat melaporkan orang bersorban dan berjenggot kepada pihak berwajib.

Untung Jenderal yang satu ini hidup di jaman sekarang, di mana pemimpinnya juga seperti itu, seandainya dia hidup di jamannya Pangeran Diponegoro atau Tuanku Imam Bonjol pasti dia sudah dibunuh terlebih dahulu oleh beliau berdua sebelum para pahlawan itu membunuh si Kafir penjajah belanda.

Aneh memang, jika pejabat-pejabat TNI/POLRI berasumsi negative terhadap ummat muslim yang jumlahnya mencapai 1.5 Milyar hanya dengan melihat Nordin Muhammad Top dkk. Pengawasan terhadap pengajian merupakan perbuatan yang melecehkan majelis ILMU, payahnya lagi POLRi tidak menjelaskan ceramah seperti apa yang “provokatif” itu. Setahu saya yang namanya pengajian ramadhan tidak jauh-jauh dari masalah puasa. Teroris tidak akan pernah ceramah di masjid secara terbuka. Pelaku bom bunuh diri selama ini tidak ada yang memakai sorban. Trus apalagi dalih POLISI untuk membenarkan tindakannya yang ‘ngawur’ itu? Love09

Selengkapnya...

19.8.09

Adakah Pemandangan Seperti ini di Negara-Negara Barat

_____________ Masjid Jami' Kota Malang berdampingan dengan Gereja_________________

Tulisan ini saya angkat karena adanya keprihatinan yang menggelayut di hati setelah mengikuti berbagai forum yang menyatakan bahwa kaum Muslim Indonesia melakukan diskrimansi terhadap kaum minoritas. Mereka banyak yang mengklaim bahwa Indonesia sudah bukan tempat yang nyaman lagi bagi kaum minoritas.

Foto di atas jelas menunjukkan bahwa negara muslim memiliki toleransi yang lebih dibandingkan dengan negara-negara Non Muslim. Dan seharusnya Indonesia tidak belajar demokrasi ke Negara-negara Barat justru mereka yang mengklaim sebagai dedengkot Demokrasi seperti USA, UE, Australia dkk.lah yang harus belajar demokrasi dan toleransi ke Indonesia.

Di Italia kaum muslim kesulitan membangun Masjid karena berbagai alasan yang tidak mendasar dan terkesan dibuat-buat. Dan hal serupa juga terjadi di Inggris, Amerika Serikat, bahkan di seantero Eropa. Itu hanya sebagian kecil saja karena ternyata juga terjadi hampir di semua negara di mana kaum muslim sebagai kaum minoritas.

Sekarang sudah saatnya kita membuka mata dan mengamati dengan hati nurani benarkah kaum muslim itu PENINDAS, TERRORIS, dan sejenisnya???? Memang tidak dipungkiri ada beberapa kelompok Muslim 'radikal' tapi jumlahnya sangat kecil dibandingkan dengan jumlah kaum Muslim secara keseluruhan yang mencapai 1,3 Milyar di seluruh dunia. Sungguh sempit pemikiran seseorang yang menggeneralisasi kaum muslim itu sebagai Teroris hanya dengan melihat sekelompok orang Muslim 'radikal' dan mengabaikan 1'3 Milyar Muslim lainnya. Dan kalau mau jujur, sebenarnya muslim 'radikal' itu juga dicetak oleh para 'penguasa dunia' seperti USA dan UE dengan sikap TIDAK ADIL mereka terhadap dunia muslim. Keperpihakan buta mereka terhadap Israel adalah contoh yang nyata.Gambar di atas adalah salah satu pemandangan indah di Jalan Merdeka Barat Kota Malang, sebuah pemandangan yang tidak mungkin ada di negara-negara "DEMOKRASI". Dan pemandangan seperti ini tidak hanya terjadi di Kota Malang tetapi terjadi Hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Lihatlah di Jakarta, di sana ada Gereja Katedral yang berdiri kokoh di dekat Masjid Istiqlal.

Selengkapnya...

10.4.09

Menegakkan Syariah Islam Dengan Golput. Mungkinkah?

Pemilu legislatif sudah berhasil dilaksanakan pada tanggal 9 April kemarin dengan GOLPUT diperkirakan akan keluar sebagai pemenang dengan “unanimous decision”. Tetapi diberbagai milis kita masih bisa membaca/melihat perdebatan panas tentang GOLPUT HARAM, PEMILU HARAM, DEMOKRASI HARAM dan sebagainya. Para pendukung GOLPUT berargumen bahwa PEMILU adalah produk DEMOKRASI dan DEMOKRASI itu HARAM maka hasil produknya juga HARAM. Sementara yang anti GOLPUT sering menggunakan fatwa MUI sebagai rujukan utama. “Kalau sudah tidak percaya kepada ulama, trus percaya siapa lagi” begitu kata mereka.

Kita memang harus mengakui bahwa demokrasi merupakan sebuah system kufur yang saat ini sudah mengarah pada kehancuran. Saat ini kita sudah bisa mengatakan bahwa demokrasi adalah sebuah sistim gagal, meski masih banyak dianut oleh banyak negara, lihatlah apa yang sedang terjadi di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa saat ini. Bahwa demokrasi itu haram, memang demikianlah adanya. Karena membuat hukum selain hukum Islam itu pasti haram.


Tetapi terlepas dari semua itu, cara ini sudah menjadi system di Indonesia untuk memilih pemimpin. Kita (muslim) tidak akan bisa berbuat apa-apa jika memilih untuk tidak memilih (golput). Secara logika, kita akan sangat sulit untuk mengubah system ini tanpa masuk ke dalamnya dan ‘menggerogotinya’ dari dalam. Pendeknya, syariah Islam akan sangat sulit bisa tegak di bumi Allah ini jika ummat Islam sendiri tidak mengubahnya dari dalam. Kecil kemungkinan syariah Islam akan tegak dengan begitu saja tanpa usaha dari kita semua. Kita akan bisa menegakkan syariah jika kita berperan sebagai pemain bukan sebagai penonton, jika kita bisa menjadi pemimpin dan tidak hanya sebagai rakyat jelata yang tidak berdaya, jika kita berbuat dan tidak hanya mengubar sumpah serapah.

Jika muslim Indonesia masih bersikeras memandang haramnya PEMILU dan banyak yang golput, maka yang terjadi justru partai-partai pro sekuler dan kafir akan menguasai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia ini dan umat islam yang mayoritas tidak akan bisa berbuat apa-apa karena posisi-posisi vital akan dikuasai pro sekuler dan kafir. Bukti sudah ada. Bisakah kita membayangkan, akan seperti apa nasib RUU PORNOGRAFI jika kubu Islam tidak berhasil menghadang langkah PDIP yang sekuler dan PDS yang kafir? Jawabnya adalah tidak akan pernah ada UU PORNOGRAFI di negara ini.

Oleh sebab itu saya menyarankan kepada saudara-saudara seiman dan sekeyakinan untuk menyalurkan hak pilihnya dengan memilih partai-partai Islam yang, setidaknya, bicara tentang iman tauhid.

FATWA HARAM GOLPUT DALAM PANDANGAN FPI

Beberapa saat yang lalu Indonesia digemparkan oleh adanya fatwa MUI bahwa golput HARAM. MUI yang merupakan organisasi para ULAMA menjadi sasaran kemarahan mereka yang pro GOLPUT dengan semua sumpah serapah mereka.
Fatwa ini langsung menimbulkan PRO & KONTRA yang tidak ada ujung pangkalnya. Tidak sedikit pihak yang mencaci maki MUI, bahkan ada yang menuntut MUI dibubarkan. Terjadinya debat sengit tentang Fatwa MUI tersebut bermula dari pemberitaan berbagai media yang menginformasikan secara singkat bahwa MUI memfatwakan GOLPUT HARAM. Padahal Fatwa MUI dimaksud tidak sesederhana itu.

Dalam Keputusan Komisi Fatwa MUI tentang Masail Asasiyah Wathaniyah (Masalah Strategis Kebangsaan) di butir ke-4 dinyatakan bahwa : MEMILIH PEMIMPIN YANG BERIMAN DAN BERTAQWA, JUJUR (SIDDIQ), TERPERCAYA (AMANAH), AKTIF DAN ASPIRATIF (TABLIGH), MEMPUNYAI KEMAMPUAN (FATHONAH), DAN MEMPERJUANGKAN KEPENTINGAN UMAT ISLAM, HUKUMNYA ADALAH WAJIB.

Selanjutnya, dalam butir ke-5 disebutkan bahwa : MEMILIH PEMIMPIN YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT-SYARAT SEBAGAIMANA DISEBUTKAN DALAM BUTIR 4 (EMPAT) ATAU TIDAK MEMILIH SAMA SEKALI PADAHAL ADA CALON YANG MEMENUHI SYARAT, HUKUMNYA ADALAH HARAM.

Jika diperhatikan dengan seksama isi kandungan fatwa tersebut ternyata tidak seperti yang diberitakan media. Bahkan dengan jujur harus diakui bahwa fatwa MUI tersebut cerdas dan mendalam, karena disamping berdiri di atas hujjah yang kuat, juga mampu memposisikan diri dengan arif dan bijak, serta selamat dari jebakan politik praktis yang membahayakan.

Uniknya, jika kita ringkaskan kedua butir Fatwa MUI di atas, lalu kita tarik "MAFHUM" nya justru akan menjadi kejutan tersendiri. Perhatikan butir ke-4 sebagaimana tersebut di atas, ringkasannya adalah bahwa : WAJIB MEMILIH PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I. Sebaliknya, butir ke-5 ringkasannya adalah bahwa : HARAM MEMILIH PEMIMPIN YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT SYAR'I.

Dengan demikian, MAFHUM butir ke-4 adalah HARAM GOLPUT JIKA ADA PILIHAN PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I. Sebaliknya, MAFHUM butir ke-5 adalah WAJIB GOLPUT JIKA TIDAK ADA PILIHAN PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I.

Disinilah cerdasnya Fatwa MUI tersebut. Fatwa itu tidak menyebut secara eksplisit tentang Haram atau Halalnya GOLPUT. Memang, bagi yang tidak mau sejenak merenung dengan nalar yang sehat dan pemikiran positif, tentu tidak mudah untuk menangkap pesan MAFHUM Fatwa dimaksud sebagaimana diuraikan di atas. Terlebih lagi bagi yang pola pikirnya selalu negatif dan sentimentatif terhadap MUI, maka tidak akan sampai kepada pemahaman yang benar.

Sebagian orang memang sulit memahaminya, apalagi dalam sejumlah dialog yang dipublikasikan, saat seorang Tokoh MUI didesak dengan pertanyaan : "Jika tidak ada pilihan yang memenuhi syarat, apa kita boleh GOLPUT ?" Dengan tangkas Sang Tokoh menjawab :" Masa' sih, di antara sekian banyak calon pemimpin tidak ada yang memenuhi syarat ? Tentu ada !"

Sekali lagi, itulah cerdasnya MUI, tidak terpancing dengan desakan pertanyaan di atas yang sebenarnya ingin menjebak MUI agar menjawab GOLPUT itu BOLEH atau TIDAK BOLEH. Pancingan tersebut berbahaya, karena ingin menggiring MUI ke dalam POLITIK PRAKTIS.

Karenanya, tidak heran jika ada yang terpeleset dalam memahami Fatwa MUI tersebut. Ada kelompok GOLPUT yang gusar dan panik karena memahami Fatwa MUI sebagai PENGHARAMAN GOLPUT, sebaliknya yang ANTI GOLPUT justru mencurigai Fatwa MUI sebagai PEMBOLEHAN GOLPUT secara terselubung. Semua itu karena pemahaman sepihak yang parsial, tidak komprehensif, lalu mengambil kesimpulan subjektif. Bahkan mungkin yang bereaksi cepat justru belum membaca sama sekali bunyi redaksi dari Fatwa MUI yang dianggap kontroversial tersebut, ia hanya mengandalkan info media tanpa TABAYYUN.

Bagi FPI, Fatwa MUI tersebut sudah pas dan tepat, karena FPI memahami Fatwa tersebut dengan kesimpulan sederhana, yaitu : HARAM GOLPUT JIKA ADA PILIHAN PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I. Sebaliknya, WAJIB GOLPUT JIKA TIDAK ADA PILIHAN PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I.

Sedang soal apakah ada calon yang memenuhi syarat syar'i atau tidak, maka hal tersebut kembali kepada Fakta Lapangan. Yang jelas, sikap FPI sesuai Fatwa Ketua Umum FPI, Hb.Muhammad Rizieq Syihab, yang sudah menjadi Keputusan Munas II FPI pada Desember 2008 lalu bahwa HARAM PILIH PARPOL / CALEG / CAPRES / CAWAPRES YANG TIDAK MENDUKUNG PEMBUBARAN AHMADIYAH ATAU YANG BERHALUAN SEPILIS (SEKULARISME, PLURALISME DAN LIBERALISME), TERMASUK SBY - JK JIKA TIDAK BUBARKAN AHMADIYAH ATAU TERUS MENERUS MEMBIARKAN KAUM SEPILIS MENISTAKAN DAN MENODAI ISLAM.
Maka dengan demikian fatwa MUI tersebut jelas sudah tepat jika melihat situasi di Indonesia saat ini. Semoga rahmat Allah selalu tercurah kepada kita semua. Amiin. Tris1004 dari berbagai sumber. (Special thanks to
www.arrahmah.com, www.fpi.or.id)


Selengkapnya...

27.3.09

Arrahmah.com, Situs Jihad 'Subyektif'


Seperti halnya pembaca lain, pada awalnya saya sangat terpana dan terkesima dengan berita-berita www.arrahmah.com yang dikemas secara fantastis dan bombastis dan berbalut “Jihad”. Tetapi setelah menjadi pembaca setianya selama beberapa bulan saya baru merasakan bahwa berita-berita yang diturunkan tidak obyektif dan hanya mengutip pihak yang sependapat dengan penulis berita serta tidak melakukan tabayyun (cross check dengan pihak lain) jika berita yang diturunkan melibatkan lebih dari satu pihak orang dan/atau kelompok, seperti berita ini.

Kenyataan ini berlawanan dengan pernyataan arrahmah sendiri disini terkait dengan pemberitaan detik.com (memang harus diakui detik melakukan kesalahan fatal yaitu mengutip nama situs  arrahmah.com dengan nama arrahman.com). Selain itu berita-berita yang diturunkan juga cenderung menimbulkan ketakutan bagi Non Muslim karena jihad selalu digambarkan dengan memerangi kafir. Sungguh sayang, situs berita Islam yang seharusnya menciptakan suasana sejuk bagi semua pembacanya justru menimbulkan ketakutan dan keresahan karena subyektifitas penulis.

Arrahmah juga tidak segan-segan “menyerang” situs-situs berita islam lain yang berusaha menurunkan berita secara obyektif dan berimbang hanya karena situs-situs tersebut mengutip pendapat atau berita yang bersumber dari pihak yang mereka benci. Meskipun tidak menyebutkan secara spesifik nama situs tertentu tetapi bagi saya cukup jelas bahwa sasaran serangan mereka diantaranya adalah eramuslim, hidayatullah, muslimdaily dan swaramuslim.

Jihad adalah wajib bagi semua muslim. Sesuai dengan penjelasan para ustadz, Jihad tentu saja bukan hanya PERANG seperti yang diberitakan oleh Arrahmah Media. Mencarikan nafkah untuk keluarga bagi seorang laki-laki (kepala rumah tangga) adalah Jihad. Menjaga nama baik Islam supaya mereka yang nonmuslim menghormati Islam juga merupakan bentuk Jihad. Perang hanyalah salah satu dari sekian banyak bentuk Jihad. Bahwa rakyat Palestina berjihad di medan tempur melawan Zionis La’natullah memang sesuatu yang tidak terbantahkan lagi, tetapi jika berita arrahmah "meracuni" pembacanya dengan satu dogma bahwa JIHAD=PERANG saya kurang setuju.

"Racun" yang mereka tebarkan ditelan begitu saja oleh sebagian besar pembacanya. Ini terbukti dari komentar-komentar mereka yang tampaknya hanya berdasar nafsu belaka. Dari komentar-komentar ini tampak jelas bahwa mereka (para pembaca) jarang-jarang NGAJI ‘setidaknya’ kepada para guru/ustadz ahlus sunnah wal jama’ah. Komentar-komentar mereka menunjukkan kedangkalan pemahaman mereka terhadap agama Islam itu sendiri, misalnya dengan mudahnya mereka mengatakan seseorang/kelompok orang sebagai kafir tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu, padahal MUI saja memerlukan waktu bertahun-tahun untuk memfatwakan bahwa AHMADIYAH itu sesat karena kehati-hatian kumpulan para Ulama ini. Kondisi ini diperparah dengan admin arrahmah yang tidak melakukan moderasi komentar sehingga apapun isi komentar pembaca langsung terpampang di screen arrahmah.com.

Saran untuk Arrahmah
Untuk itu saya memiliki saran-saran sebagai berikut
1. ISLAM=DAMAI. Tampilkan situs anda secara sejuk dan tidak hanya mengidentikkan JIHAD dengan PERANG. Ingat ISLAM diserang oleh para pembencinya lewat isu ini.
2. Penyampaian Islam seperti ini berarti mengorbankan saudara-saudara kita yang tinggal di negara-negara di mana MUSLIM sebagai kelompok MINORITAS karena rakyat dan penguasa negara-negara tersebut akan selalu mengintimidasi MUSLIM yang “suka” PERANG.
3. Lakukan moderasi komentar sehingga kata-kata tertentu tidak akan bisa ditampilkan. Untuk admin anda bisa meniru aljazeera atau islamonline.

Refleksi Jihad
Pada suatu hari Sayyidina Ali berperang dan berhasil mengalahkan kafir yang menjadi musuhnya. Si kafir sudah tidak berdaya dan terkapar di tanah dan Sayyidina Ali siap untuk menebas batang lehernya. Tetapi ketika Sayyidina Ali sudah mengangkat pedangnya untuk membunuhnya, tiba-tiba si kafir ini meludahi wajah beliau yang mulia. Seketika beliau meninggalkan kafir yang sudah tidak berdaya tersebut.
Semua orang terbengong-bengong melihat sayyidina Ali membiarkan musuhnya tetap hidup. Kemudian bertanya, mengapa tidak kau bunuh saja si kafir itu?
Jawab beliau yang mulia, “Saya berperang dan membunuh hanya untuk Allah. Tadi saya memang ingin membunuhnya tetapi tiba-tiba dia meludahi saya sehingga saya marah. Saya takut kepada Allah, jika saya jadi membunuhnya, jangan-jangan saya membunuh karena dendam bukan karena Allah sehingga saya tinggalkan dia. (Kisah yang didramatisasi penulis).

Saudaraku pengelola arrahmah, tampailkan wajah ISLAM secara benar dan tidak menakutkan mereka yang tidak/belum mengimaninya.

Tetapi, terlepas dari semua itu Arrahmah tetap bisa menjadi rujukan anda untuk mengetahui berita-berita Islam dan jihad seperti Iraq, Afganistan, Moro, Palestina dan arena-arena Jihad lainnya.  Wallahu’alam bissawab. Tris2704.


Selengkapnya...

22.2.09

Kilas Sejarah Pembantaian Zionis Israel

Tulisan ini dimaksudkan untuk mengingatkan semua muslimin tentang tragedi yang terjadi di tanah Palestina sejak berdirinya ‘negara’ Israel hingga sekarang ini. Tidak ada tendensi lain dari tulisan ini selain sebagai pengingat tentang adanya secuil sejarah Islam yang kelam, dan menyerukan kembali semangat untuk membela Masjid Al Aqsa yang sudah mendekati keruntuhan akibat penggalian yang dilakukan Zionis Israel La’natullah.
Semoga dengan artikel ini kita tersadar dan tidak lagi berdebat tentang Palestina dan Israel. Sejak berdirinya hingga sekarang Israel telah membunuh jutaan muslim Palestina. Berikut ini adalah daftar pembantaian-pembantaian massal yang dilakukan ZIONIST Israel.
1. Pembantaian Yehida, tahun 1947, 13 orang syahid (InsyaAllah).
2. Pembantaian Khisas, 1947, 10 orang syahid (InsyaAllah).
3. Pembantaian Qazaza, tahun 1947, 5 anak-anak syahid (InsyaAllah).
4. Pembantaian Hotel Semirani, tahun 1948, 19 orang syahid (InsyaAllah).
5. Pembantaian Naser al Din, tahun 1948, penduduk satu desa syahid (InsyaAllah).
6. Pembantaian Tantura, tahun 1948, 200 orang syahid (InsyaAllah).
7. Pembantaian Masjid Dahmash, tahun 1948, 100 orang syahid seketika (InsyaAllah)
dan 350 orang syahid (Insya Allah) dalam perjalanan menuju tempat pengungsian.
8. Pembantaian Dawayma, tahun 1948, 100 orang syahid (InsyaAllah), wanita-wanita Palestina diperkosa dan rumah-rumah mereka diratakan dengan tanah.
9. Pembantaian Houla, 1948, 85 orang syahid (Insya Allah) dibakar tentara Zionist.
10. Pembantaian Salha, tahun 1948, 105 orang syahid (InsyaAllah) dibakar di dalam masjid.
11. Pembantaian Deir Yassin, 9 April, 1948, 52 anak disayat-sayat tubuhnya dan lebih dari 60 orang wanita syahid (InsyaAllah) dan tubuh mereka dipotong-potong.
12. Pembantaian Qibya, tahun 1953, 96 orang syahid (InsyaAllah). Wanita dan anak-anak tak berdosa juga dibunuh secara brutal.
13. Pembantaian Kafr Qasem, tahun 1956, 49 orang syahid (InsyaAllah).
14. Pembantaian Khan Yunis, tahun 1956, 275 orang syahid (InsyaAllah).
15. Pembantaian Kota Gaza, tahun 1956, 60 orang syahid (Insya Allah).
16. Pembantaian Fakhani, 1981, 150 orang syahid (InsyaAllah).
17. Pembantaian Sabra dan Shatila, Lebanon, tahun 1982, lebih dari 3000 warga Palestina syahid (Insya Allah).
18. Pembantaian masjid Al Aqsa, tahun 1990, 11 orang syahid (InsyaAllah) dan 800
orang luka-luka.
19. Pembantaian Masjid Ibrahimi, tahun 1994, lebih dari 50 orang syahid (InsyaAllah) dan 300 orang luka-luka.
20. Pembantaian Qana, tahun 1996, 109 orang syahid (Insya Allah) termasuk anak-anak yang dipenggal kepalanya.

Semua korban di atas adalah penduduk sipil tidak bersenjata. Dan itu semua hanyalah yang terekam sejarah karena terjadi di tengah-tengah kumpulan orang banyak. Sudah tidak terhitung lagi berapa nyawa muslim Palestina yang telah syahid, karena sebenarnya setiap hari terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh Zionist Israel. Dan pembunuhan-pembunuhan skala ‘kecil’ ini tidak perhatikan oleh dunia.

Selain itu penggalian di bawah Masjid Al Aqsa juga terus dilakukan karena ZIONIST berkeyakinan bahwa Masjid Al Aqsa berdiri di atas reruntuhan HAIKAL SULAIMAN, tempat yang mereka sucikan.
Semoga dengan pembantaian 2008-2009 yang membuat lebih dari 1300 orang Palestina syahid (Insya Allah) kita disatukan dalam Iman Tauhid dan bisa bersama-sama menghancurkan fitnah terbesar jaman ini. Semoga. (Love, dari berbagai sumber, special thanks to HTI).


Selengkapnya...

2.2.09

Senyuman AsSyahid (InsyaAllah)

Dalam sebuah forum saya membaca satu topik diskusi yang berjudul "Joke in Islam: You Die Laughing." Dalam foum itu terdapat sangat banyak komentar ada yang membenarkan, ada yang mempertanyakan, dan ada pula yang menertawakannya. Tetapi bagi kita umat ISLAM tidak perlu mempertanyakan hal tersebut karena itu memang haq dan kita wajib meyakini bahwa Al Qur'an dan Al Hadith merupakan mu'jizat Allah SWT. Berikut ini beberapa Foto Mujahid GAZA yang membuktikan kebenaran kedua mu'jizat tersebut. LIHAT DENGAN MATA, AMATI DENGAN HATI.

















Foto: www.eramuslim.com
Selengkapnya...

31.1.09

Artis Amerika Gubah Lagu untuk Gaza

Ternyata bukan hanya ummat Islam saja yang mengutuk pembantaian massal yang dilakukan rezim Zionist Israel. Seorang artis Amerika Serikat, Michael Heart" menunjukkan simpatinya kepada korban pembantaian di Gaza, Palestina, dengan menggubah sebuah lagu yang cukup enak didengar yang berjudul We Will Not Go Down. Anda bisa men-download versi MP3-nya di sini. Berikut ini lirik lengkapnya.


WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight


Selengkapnya...